Beritahangat5 - Gubernur Pampanga Pastor Eddie Panlilio ajukan kasus perampasan pada satu orang yg dianggap �raja judi� atas apa yg disebutnya suatu kampanye buat menghentikan pengaruh koruptif judi tidak legal dalam diri pemerintahan.
Pastor itu, yg tak memberikan layanan tatkala menjabat gubernur, menuduh �para raja judi� memakai duit yg diterimanya dari permainan angka tanpa izin jueteng untuk mengontrol kehidupan politik di propinsinya di wilayah barat laut Manila.
Kasus yg diajukannya kepada Rodolfo �Bong� Pineda di Kantor Ombudsman di Quezon City, timur laut Manila, pada 23 Juni itu menyebutkan kesaksian mantan Gubernur Ilocos Sur Luis Singson dalam persidangan mantan Presiden Joseph Estrada menjelang peradilan anti suap Sandiganbayan. Peradilan itu mendakwa Estrada atas tuduhan perampasan September lalu, yg menyebutkan bahwa beliau �melakukan tindak kriminal� lantaran menerima upah jueteng.
Ketika peradilan, Singson menyerahkan buku keuangan untuk menunjukkan bahwa Pineda memberi upah 2 juta sampai 4 juta peso ($44,800-$89,600) per bln pada th 1999 pada Petugas hubungan politik kongres.
Fakta yg mengimplikasikan Pineda yg dikenalkan pada peradilan itu dapat memperkuat kasus baru itu, kata Pastor Panlilio pada para jurnalis di Kantor Ombudsman.
Pineda merupakan suami dari calon pemimpin pemerintahan yg kalah dari Pastor Panlilio pada pemilihan gubernur th 2007. Senat Filipina mengundang beliau pada penyelidikan jueteng thn 2005, di tengah dugaan atas keterlibatannya dalam operasi jueteng di Pampanga dan di ruangan lain di Filipina sektor utara, namun beliau tak menghadirinya.
Pastor Panlilio mengajukan gugatannya kepada Pineda, seseorang penduduk sipil, ke Kantor Ombudsman sebab dirinya tengah menuduh Pineda bekerja sama dgn kantor-kantor pemerintahan, walikota & polisi dalam judi tanpa izin. Kantor Ombudsman menangani beragam tuduhan terhadap para Petugas pemerintahan atas pelanggaran undang-undang.
Imam yg juga gubernur berumur 53 th itu menyesalkan reputasi propinsinya sebagai �Vatikan-nya� jueteng & memperkirakan bahwa jumlah duit yg terlibat dalam jueteng mampu mencapai $20 juta setahun.
BACA JUGA :
Imam yg juga gubernur itu mengemukakan pada UCA News bahwa dirinya sudah mengupayakan, tetapi sampai kini tidak berhasil, utk menghentikan jueteng dengan para walikota & polisi. Dia menceritakan bahwa dirinya sempat merekomendasikan pada Kepolisian Nasional Filipina �seorang laki laki yg bermoral yg bakal menentang judi ilegal� sebagai kepala kepolisian Pampanga, tapi rekomendasinya tidak di terima.
Satu masalah dalam menghentikan jueteng, jelasnya, yaitu bahwa sampai 8.000 orang di provinsi itu mendapat tugas dari jueteng.
Pastor Panlilio menyampaikan pada UCA News bahwa gugatan yg diajukannya dapat melengkapi upaya-upaya lain di tingkat akar rumput, seperti menekankan nilai kerja keras & kriminil judi di sekolah-sekolah umum. Beliau mengemukakan bahwa dirinya dapat mengupayakan mengajak sejumlah katekis, imam, & pelayan utk menghentikan jueteng.
Dengan dijaga banyaknya pengawal, dirinya mengakui bahwa beliau mengkhawatirkan hidupnya. Walaupun begitu, dia menyampaikan bahwa beliau bakal lakukan apa yg dibutuhkan untuk menghapus judi tanpa izin. Utk sementara waktu, dia menghentikan pelayanannya yang merupakan imam guna memimpin provinsi itu mencapai saat-saat yg lebih baik, tuturnya pada UCA News.
Imam yg juga gubernur itu mengakui bahwa tak ada satu pun pendekatan utk menghapus judi akan sukses, tetapi beliau bersikeras bahwa dia membutuhkan dukungan kuat dari penduduk untuk apa pun yg dilakukannya. �Saya bekerja seperti Kamu memanggang bibingka (kue beras), dgn panas dari atas & bawah,� jelasnya.
Pastor Panlilio memaparkan bahwa dia bakal menekan para pemimpin dgn gugatan pada Pineda itu, sementara penduduk memberikan tekanan untuk perubahan dari bawah. �Jika kami dapat banyak dukungan, kami punya peluang buat berjuang,� tuturnya terhadap UCA News.
�Saya tak miliki urusan dengan para raja judi,� menurutnya. �Ini soal kebencian pada kriminil, bukan para pendosa.�
Angel Diokno, satu dari sekitar 50 orang asal Pampanga yg mendampingi Pastor Panlilio mengahdiri kantor Ombudsman, menyampaikan terhadap UCA News bahwa jaringan Anti-Judi Tanpa Izin Pampanga milknya mempunyai sedikitnya 10 pemimpin di tiap-tiap desa di provinsi itu.
Dirinya memperkirakan 70 prosen dari penduduk biasa di provinsi itu bermain jueteng.
Dalam jueteng, satu orang menaruh taruhan pada angka-angka yg dipilih & bsa memenangkan taruhan itu 400-500 kali, yg bisa jadi serendah satu peso. Menurut Diokno, seorang walikota di sebuah kota mungil dapat menerima lebih kurang $7.500 sebulan dengan membiarkan judi tidak legal.
Pada 24 Juni, Gonzalo Tungol, admin kotamadya di Lubao, Pampanga, tempat anak pria Pineda jadi walikota, mengemukakan bahwa Rodolfo Pineda tidak berada di negara itu. Dalam wawancara telpon dgn UCA News, admin itu menyampaikan bahwa Walikota Dennis Pineda �tidak membuat pernyataan� menyangkut tuduhan-tuduhan terhadap ayahnya.

Berita Hangat: Filipina - Raja Judi Digugat Oleh Gubernur Imam atas Tuduhan Perampasan
4/
5
Oleh
judikaimut
