Mainan Anak Hingga Buku Agama dari Rumah Bomber Solo Disita Densus 88
Solo - Warga Desa Sangkrah, Kelurahan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, heran saat rumah bomber Mapolres Surakarta, Nur Rohman, digeledah petugas kepolisian. Alasannya, polisi menyita pistol mainan milik anak pelaku.
"Nah itu saya sampai ketawa. Mainan tembak-tembakan anaknya kok disita," ujar Larno, pengurus RT 1 RW 12, tempat dimana Nur Rohman tinggal, Kamis (7/7/2016).
Penggeledahan dilakukan tepat saat peristiwa bom bunuh diri itu terjadi. Selain mainan anak, polisi juga menyita sejumlah buku dari rumah Nur Rohman.
"Buku juga ada yang disita. Setumpuk buku tentang agama. Tapi isi persisnya apa saya juga kurang tahu," lanjut Larno.
Namun menurut keterangan warga, tidak ada benda mencurigakan yang berhasil disita kepolisian. Tidak terdapat benda berbahaya ataupun benda tajam yang berhasil diperoleh dari hasil penggeledahan tersebut.
"Yang disita itu ndak ada yang berbahaya. Senjata tajam pun ndak ada. Bahan untuk merakit bom juga ndak ada," Larno menjelaskan.
Meski demikian, penggeledahan yang dilakukan polisi sudah sesuai dengan prosedur. Saat penggeledahan berlangsung, pengurus RT dan Lurah pun ikut mendampingi.
"Pengurus menyaksikan ke sana. Iya ada semua (surat penggeledahan), sudah sesuai prosedur. Tapi ya tadi, yang disita itu ndak masuk akal," dia menutup pembicaraan.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seseorang di kawasan Panularan, Laweyan, Solo. Belum diketahui identitas serta perannya dalam jaringan teroris.
Penangkapan dilakukan di Jalan Haryo Panular, Panularan, Laweyan, Solo atau tepatnya di depan warung selat dan gado-gado Bu Herto. Orang yang ditangkap tersebut dengan cara ditabrak dari belakang saat mengendarai sepeda motor.
"Gubrak. Suaranya seperti kecelakaan. Setelah yang ditabrak terjatuh, kemudian orang yang di dalam mobil langsung keluar dan mengelilingi orang itu," kata saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.
Dijelaskan saksi itu, orang yang keluar dari mobil memakai topeng penutup wajah. Selain itu, mereka juga menenteng senjata lengkap.
"Seperti orang Densus. Mereka menangkapnya cepat sekali. Setelah jatuh terus ditangkap dan dimasukkan ke mobil. Sedangkan motor yang ditabrak itu ditinggal," ucap dia.
Adanya penangkapan tersebut, lanjut saksi, orang yang ada di sekitar kawasan itu disuruh masuk ke dalam rumahnya masing-masing. "Warga tidak diperbolehkan melihat saat penangkapan itu. Semua disuruh masuk," ujar dia.
Setelah mobil yang menabrak itu pergi, motor yang ditabrak itu dititipkan kepada warga. Sekitar satu jam kemudian, motor itu diambil oleh petugas polisi dari satuan lalu lintas diangkut dengan mobil bak terbuka.
Kapolres Solo, Kombes Ahmad Luthfi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan oleh Densus. "Penangkapan bukan dilakukan dari petugas kami, tetapi dari Densus," kata Luthfi, Selasa.
Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui identitas orang yang ditangkap oleh personel dari satuan berlambang burung hantu itu.
Sumber: beritahangat-indo.blogspot.co.id
Berita Hangat: Mainan Anak Hingga Buku Agama dari Rumah Bomber Solo Disita Densus 88
4/
5
Oleh
judikaimut

