Sabtu, 18 Juni 2016

Berita Hangat: Golkar Ambil Keputusan Dukung Ahok Pekan Depan

Golkar Ambil Keputusan Dukung Ahok Pekan Depan

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengatakan keputusan soal mengusung atau tidaknya petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta akan dipastikan pekan depan.  

"Besok kami lakukan Musda (Musyawarah Daerah). Semua akan kami dengar usulan dari DPD (Dewan Pimpinan Daerah) I DKI dan kami tunggu hasil Musda," kata Setya Novanto usai buka puasa bersama Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 18 Juni 2016.

Dia menjelaskan, dalam Musda besok, DPD tingkat I akan menjelaskan kandidat gubernur yang akan didukung partainya. Walaupun sebelumnya sejumlah pengurus yang diinisiasi oleh Yorrys Raweyai mengatakan, bahwa Golkar akan mendukung Ahok.

"Hasil Musda kemudian direkomendasi kepada DPP dan saya, kemudian rekomendasi DPD I akan kami bahas dan selanjutnya ditandatangani," ujarnya.

Namun, Novanto tidak mempermasalahkan pernyataan Plt Ketua DPD I DKI Jakarta, Yorrys Raweyai. Menurutnya, itu hak Plt ketua DPD I dan belum menjadi keputusan partai.

"Sesuai hasil Munas lalu DPD diberi keleluasaan menentukan siapa yang akan diusung. Perluasan kewenangan ini penting untuk pengembangan demokrasi termasuk memilih gubernur," katanya.

Sementara terkait posisi Ketua Dewan Pembina (Wanbin) yang dipimpin Aburizal Bakrie (ARB) dalam penentuan calon kepala daerah yang akan dipilih, dia menjawab normatif. Tugas dan kewenangan pengurus katanya sudah diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.


Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Muhamad Idrus, ikut menanggapi kemarahan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kepada salah seorang wartawan di Balai Kota Kamis kemarin. Secara emosional, Ahok juga meminta wartawan tidak lagi datang ke Balai Kota bila masih mengajukan pertanyaan yang mengadu-domba.

Ini yang memunculkan isu bahwa Ahok mengusir dan melarang wartawan meliput ke Balai Kota DKI. Isu ini langsung mengundang kecaman banyak pihak. Menurut Idrus, sikap Ahok itu menandakan kondisi emosional dia sedang tidak stabil.

"Mungkin saat itu emosi Ahok sedang tidak stabil. Beliau lagi banyak masalah," ujar dia dalam suatu acara di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 17 Juni 2016.

Menurut Idrus, ke depan Ahok sebaiknya bisa menjaga sikap kemarahannya kepada awak media yang biasa meliput kegiatannya sehari-hari.

"Saya bilang, setop marah-marah. Alangkah baiknya jika seorang pemimpin itu bijak," katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Ahok itu tidak bisa memberi contoh yang baik. Apalagi, jika ditampilkan di media massa.

"Bagaimana jika sikap beliau dilihat dan dicontoh anak-anak, akan jadi contoh negatif," kata dia.

"Balai Kota tempat semua orang. Gubernur tak bisa melarang orang untuk hadir. Apalagi (larang) wartawan, bisa kena Undang-Undang Pers. Saya harap pak Ahok bisa menjaga diri tak sembarang orang bisa dihardik," kata dia.

Sebelumnya, Ahok memarahi seorang wartawan dari media online di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016. Tak hanya memarahi wartawan itu, Ahok bahkan mengusirnya dan berjanji tidak akan lagi mau diwawancarai oleh wartawan tersebut.

Saat itu, Ahok tiba-tiba kembali keluar dari ruangannya untuk menemui para wartawan yang baru saja menyelesaikan sesi wawancara pagi dengan dia. Setiba di luar ruang kerjanya, Ahok meluapkan emosinya sambil menunjuk- nunjuk wartawan tersebut.

"Saya ditak ada kewajiban menjawab pertanyaan anda sebetulnya. Saya tegaskan itu. Bolak-balik ngadu domba. Pokoknya, enggak boleh masuk sini lagi (ruangan pendopo Balai Kota). Enggak boleh wawancara," kata Ahok.


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berencana menemui tim relawannya, Teman Ahok, dalam waktu dekat terkait jalur yang ditempuh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Sejauh ini ada dua jalur bagi Ahok, apakah akan tetap maju lewat jalur independen, atau lewat partai politik (Parpol).

Pertemuan dengan Teman Ahok dilakukan lantaran dia akhir-akhir ini terlihat galau melihat jalur calon perorangan atau independen dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 begitu sulit.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, mengatakan sejauh ini, menurutnya, jalur terbaik yang harus ditempuh Ahok yaitu tetap melalui jalur independen.

"Kalau dari kita sih yang jelas Teman Ahok berkomitmen membantu Pak Ahok menyediakan kendaraan politik. Saat ini kita sedang siapkan untuk verifikasi faktual. Tapi sejauh ini, menurut kami yang terbaik adalah dari jalur independen," kata dia di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat 17 Juni 2016.

Namun demikian, meski mereka tetap menyarankan Ahok maju melewati jalur independen, tapi Teman Ahok menyerahkan keputusan akhir ke Ahok.

"Apapun yang kita propose tergantung pada Pak Ahok-nya. Kita enggak nekan Pak Ahok. Yang jelas untuk lebih bijak hasilnya gimana, kita tunggu dulu sampai ketemu sama Pak Ahok," kata dia.

Amalia menuturkan, untuk sekarang ini, Teman Ahok tak ingin berkomentar lebih jauh terkait hal ini. Sebab Teman Ahok tak ingin masyarakat menangkap kesan yang salah terhadap perjuangan mendukung Ahok.

"Kita mau tunggu dulu sampai ketemu Pak Ahok supaya enggak ada distorsi yang akan merugikan masyarakat," ujar dia.

Sumber: beritahangat-indo.blogspot.co.id

Related Posts

Berita Hangat: Golkar Ambil Keputusan Dukung Ahok Pekan Depan
4/ 5
Oleh